SARI, DEVI PERMATA (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI WIFI INDIHOME DI KECAMATAN PANYABUNGAN. Skripsi thesis, STAIN Mandailing Natal.
DEVI PERMATA SARI_21020024_COVER - BAB I.pdf - Published Version
Download (408kB)
DEVI PERMATA SARI_21020004_BAB II - BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (505kB) | Request a copy
DEVI PERMATA SARI_21020004_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (174kB)
Abstract
Skripsi ini membahas tentang “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Jual Beli Wifi Indihome di Kecamatan Panyabungan”. Penelitian berdasarkan dari rumusan masalah. Pertama, Bagaimana praktik jual beli Wifi Indihome di Kecamatan Panyabungan. Kedua, Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik jual beli Wifi Indihome di Kecamatan Panyabungan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan cara mengamati langsung. Adapun teknik analisis datanya menggunakan teknik trianggulasi yaitu menggunakan informan sebagai alat uji keabsahan data yang diperoleh langsung dari narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme registrasi dan instalasi layanan WiFi Indi Home di Kecamatan Panyabungan telah terstruktur. Namun, implementasi layanan seringkali menghadapi kendala ketidakstabilan kecepatan internet yang tidak konsisten dengan spesifikasi yang disepakati di awal. Lebih lanjut, pelanggan dihadapkan pada keharusan menanggung biaya tambahan untuk perangkat penguat sinyal, yang berimplikasi pada ketidakpuasan dan kerugian finansial. Dari tinjauan hukum Islam, praktik jual beli ini dinilai belum sepenuhnya memenuhi rukun dan syarat akad jual beli yang sah. Keberadaan unsur gharar yang signifikan terkait kualitas layanan yang tidak transparan pada saat akad, serta ketidakpatuhan penyedia layanan (PT Telkom) terhadap komitmen stabilitas jaringan dan terhadap pembebanan biaya tambahan, mengindikasikan adanya ketidakseimbangan hak dan kewajiban. Hal ini bertentangan dengan asas al-adalah (keadilan) dan ash-shidiq (kejujuran) dalam muamalah Islam, sehingga akad jual beli tersebut berpotensi menjadi fasid (rusak) atau tidak sah secara syariah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jual Beli; Wifi Indihome; Hukum Islam |
| Subjects: | Manajemen Binis > Pemasaran |
| Divisions: | Syariah > Program Studi Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Hanan Azhari Hasibuan |
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 02:35 |
| Last Modified: | 08 Apr 2026 02:35 |
| URI: | https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/858 |
