Batubara, Romaito (2026) CODE MIXING AS A FEATURE OF COMMUNICATION IN A YOUTUBE PODCAST: A QUALITATIVE STUDY OF CINTA LAURA KIEHL AND RADITYA DIKA CONVERSATION. Skripsi thesis, STAIN MADINA.

[thumbnail of BAB I_Romaito.pdf] Text
BAB I_Romaito.pdf

Download (552kB)
[thumbnail of BAB4_ROMAITO.pdf] Text
BAB4_ROMAITO.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (812kB)
[thumbnail of BAB5_ROMAITO.pdf] Text
BAB5_ROMAITO.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan campur kode dalam percakapan
antara Cinta Laura Kiehl dan Raditya Dika dalam sebuah podcast YouTube. Penelitian ini
berfokus pada dua aspek, yaitu jenis-jenis campur kode yang ditemukan dalam percakapan
dan faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah podcast YouTube berjudul “Strategi
Kreatif yang Berangkat dari Keresahan Personal | RADITYA DIKA | C.E.O.,” yang
dipublikasikan di kanal YouTube @CintaLauraKiehlOfficial pada 9 Mei 2026. Podcast
tersebut berdurasi sekitar 1 jam, 8 menit, dan 11 detik. Unit analisis dalam penelitian ini
berupa ujaran yang mengandung unsur linguistik bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Data diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan teori Muysken (2000), yang terdiri atas
insertion, alternation, dan congruent lexicalization. Faktor-faktor yang memengaruhi
penggunaan campur kode dianalisis berdasarkan teori Hoffmann (1991).Hasil penelitian
mengidentifikasi 102 kasus campur kode, yang terdiri atas 44 kasus insertion (43,13%), 39
kasus alternation (38,23%), dan 19 kasus congruent lexicalization (18,62%). Hasil
penelitian juga menunjukkan adanya delapan faktor yang memengaruhi penggunaan
campur kode, yaitu membicarakan topik tertentu, mengutip orang lain, menegaskan
sesuatu, penggunaan interjeksi, pengulangan untuk klarifikasi, mengekspresikan identitas
kelompok, memperjelas isi tuturan bagi lawan bicara, dan mengekspresikan emosi. Di
antara faktor-faktor tersebut, membicarakan topik tertentu memiliki frekuensi tertinggi,
yaitu sebanyak 48 kasus (48,96%), sedangkan mengutip orang lain dan pengulangan untuk
klarifikasi memiliki frekuensi terendah, masing-masing sebanyak 2 kasus (2,04%).
Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan campur kode bahasa Indonesia-Inggris dalam
percakapan podcast dipengaruhi oleh tujuan percakapan dan kebutuhan kontekstual para
penutur.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Pendidikan Bahasa Inggris
Divisions: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Program Studi Tadris Bahasa Inggris
Depositing User: Roma ito Batubara
Date Deposited: 29 Sep 2026 04:55
Last Modified: 29 Sep 2026 04:55
URI: https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/1683

Actions (login required)

View Item
View Item