Nasution, Nur Hibbah (2026) INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM MELALUI DAKWAH KULTURAL PADA MUSEUM ULAMA HUTASIANTAR KABUPATEN MANDAILING NATAL. Skripsi thesis, STAIN MADINA.

[thumbnail of NUR HIBBAH_22050006_COVER-BAB I..pdf] Text
NUR HIBBAH_22050006_COVER-BAB I..pdf

Download (1MB)
[thumbnail of NUR HIBBAH_22050006_BAB II-BAB IV.pdf] Text
NUR HIBBAH_22050006_BAB II-BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of NUR HIBBAH_22050006_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
NUR HIBBAH_22050006_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang internalisasi nilai-nilai Islam melalui dakwah kultural di Museum Ulama Hutasiantar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Museum ini didirikan oleh Ayahanda Amiril Yusuf Nasution (Tuan Na Lomok) pada 17 Juni 2024 sebagai wujud kecintaan terhadap para ulama dan upaya pelestarian warisan sejarah serta keilmuan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penanaman dakwah kultural, bentuk penyajian koleksi museum sebagai media dakwah, serta proses internalisasi nilai-nilai Islam yang terjadi pada pengunjung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pendiri, pengelola, serta pengunjung museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman dakwah kultural di Museum Ulama Hutasiantar dilakukan melalui keteladanan ulama, simbol budaya dan artefak sejarah, serta narasi sejarah dan edukasi. Koleksi museum seperti pakaian ulama, kitab, foto, tasbih, dan tongkat disajikan bukan hanya sebagai benda bersejarah, tetapi juga mengandung makna keilmuan, keteladanan, kesederhanaan, dan perjuangan ulama dalam menyebarkan Islam. Kegiatan pengajian rutin turut mendukung penyampaian nilai-nilai keislaman secara langsung. Proses internalisasi nilai pada pengunjung berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai, yang didukung oleh faktor keteladanan pendiri, keikhlasan pengelola, keterkaitan koleksi dengan identitas lokal masyarakat Mandailing Natal, serta perpaduan penyajian visual artefak dengan kegiatan pengajian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Museum Ulama Hutasiantar berfungsi tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda sejarah, tetapi juga sebagai ruang dakwah kultural yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat secara kontekstual dan mudah diterima.
Kata Kunci: Museum Ulama, dakwah kultural, internalisasi nilai Islam

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Manajemen Dakwah
Public Relation
Divisions: Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Program Studi Manajemen Dakwah
Depositing User: Hibbah Nur Nasution
Date Deposited: 28 Sep 2026 08:17
Last Modified: 28 Sep 2026 08:17
URI: https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/1557

Actions (login required)

View Item
View Item