Rangkuti, Torkis (2026) LARANGAN PUTUS ASA DALAM SURAH AL-ZUMAR/39:53 (Studi Komparatif Antara Penafsiran Ibn Katsīr dan Sayyid Quṭb). Skripsi thesis, STAIN MADINA.

[thumbnail of Torkis Rangkuti_22100015_COVER-BAB I.pdf] Text
Torkis Rangkuti_22100015_COVER-BAB I.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Torkis Rangkuti_22100015_BAB II-IV.pdf] Text
Torkis Rangkuti_22100015_BAB II-IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (607kB) | Request a copy
[thumbnail of Torkis Rangkuti_22100015_BAB V.pdf] Text
Torkis Rangkuti_22100015_BAB V.pdf

Download (657kB)

Abstract

Torkis Rangkuti, NIM. 22100015, judul skripsi: “Larangan Putus Asa Dalam Surah Al-Zumar/39:53 (Studi Komparatif Antara Penafsiran Ibn Katsīr dan Sayyid Quṭb)”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami larangan berputus asa dalam kitab suci Al-Qur’an,ini merupakan bagian dari nilai fundamental dalam pembinaan akhlak dan ketahanan spiritual manusia. Fenomena keputusasaan yang semakin banyak muncul dalam kehidupan modern, baik akibat persoalan ekonomi, sosial, maupun psikologis, menjadikan kajian terhadap Surat Al-Zumar/39:53 sangat relevan untuk dilakukan. Ayat ini memuat pesan universal tentang keluasan rahmat Allah dan larangan berputus asa dari ampunan-Nya. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini layak untuk dilaksanakan sebagai upaya memperkaya khazanah tafsir, khususnya melalui perbandingan pandangan dua mufasir besar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran keduanya terhadap Surat Al-Zumar/39:53, serta menemukan relevansi penafsiran keduanya terhadap kehidupan umat Islam kontemporer. Fokus penelitian diarahkan pada makna lafaz, konteks penafsiran, dan corak pemikiran masing-masing mufasir.adapun Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm karya Ibn Katsīr dan Fī Ẓilāl al-Qur’ān karya Sayyid Quṭb. Adapun data dianalisis melalui pendekatan metode deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Katsīr menafsirkan Surat Al-Zumar/39:53 dengan menekankan aspek rahmat, ampunan, dan dorongan taubat bagi seluruh hamba tanpa memandang besarnya dosa. Sementara itu, Sayyid Quṭb menekankan dimensi psikologis, dan spiritual ayat sebagai seruan untuk membangkitkan harapan, optimisme, serta kasih sayang Allah dalam kehidupan manusia. Persamaanya terletak pada penegasan bahwa putus asa merupakan sikap yang tercela,sedangkan perbedaannya tampak pada corak penafsiran: Ibn Katsīr bercorak bi al-ma’tsūr, sedangkan Sayyid Quṭb bercorak adabi ijtima’i. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa larangan putus asa dalam surah Al-Zumar/39:53 mengandung pesan teologis dan moral yang sangat mendalam, yakni pentingnya menjaga harapan kepada rahmat Allah dalam setiap keadaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Ilmu Alquran dan Tafsir
Divisions: Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Torkis Rangkuti S.Ag
Date Deposited: 01 Sep 2026 04:50
Last Modified: 01 Sep 2026 04:50
URI: https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/1208

Actions (login required)

View Item
View Item