Lubis, Siti Arpah (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBAYARAN UPAH PELAKSANAAN KHATAM AL-QUR'AN BAGI ORANG YANG MENINGGAL (Studi Kasus Desa Darussalam Kecamatan Panyabungan). Skripsi thesis, STAIN MADINA.

[thumbnail of SITI ARFAH LUBIS_22020012_HES_ COVER - BAB I.pdf] Text
SITI ARFAH LUBIS_22020012_HES_ COVER - BAB I.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SITI ARFAH LUBIS_22020012_HES_ BAB II- BAB IV.pdf] Text
SITI ARFAH LUBIS_22020012_HES_ BAB II- BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (686kB)
[thumbnail of SITI ARFAH LUBIS_22020012_HES_ BAB V.pdf] Text
SITI ARFAH LUBIS_22020012_HES_ BAB V.pdf

Download (4MB)

Abstract

Upah adalah suatu jumlah yang ditetapkan sebagai pengganti jasa
yang diberikan oleh seorang pegawai selama jangka waktu atau keadaan tertentu. Khatam Al-Qur'an adalah membaca Al-Qur'an secara lengkap dari awal sampai akhir, entah berapa lama dan didengarkan oleh guru agar mendapat keberkahan selain memastikan bacaannya teruji baik dan benar. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah: 1. Bagaimana praktik pembayaran upah pelaksanaan khatam Al-Qur'an bagi orang yang meninggal di Desa Darussalam Kecamatan Panyabungan. 2. Bagaimana tinjauan hukum islam terhadap pembayaran upah pelaksanaan khatam Al-Qur'an bagi orang yang meninggal di Desa Darussalam Kecamatan Panyabungan. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan wawasan, pengetahuan, dan pemahaman tentang pembayaran upah khataman Al-Qur'an bagi orang yang meninggal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research), yaitu melakukan penelitian dengan mengumpulkan data di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan normatif empiris. Pendekatan empiris merupakan metode penelitianyang dilakukan secara langsung di lapangan guna memperoleh data berdasarkan fakta dan realitas yang terjadi dalam masyarakat. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa masyarakat Desa Darussalam Kecamatan Panyabungan melakukan khatam Al Qur'an bagi orang yang meninggal. Yang mana pihak keluarga simayit meminta qari atau pengkhatam Al- Qur'an untuk membacakan Al- Qur'an sebanyak khatam yang diinginkan oleh keluarga si mayit dengan imbalan berupa uang sebesar Rp.500.000/khatam. Khataman ini akan di khadiahkan kepada arwah-arwah tertentu seperti arwah ibu, arwah ayah dan arwah saudara-saudara yang sudah meninggal dunia. Dalam hal ini Praktik khataman AlQur'an bagi orang yang meninggal pada dasarnya dapat diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Kebolehan tersebut didasarkan pada adanya pendapat ulama yang memperbolehkan penerimaan imbalan atas pengajaran dan pembacaan Al-Qur'an, serta dapat dipahami sebagai bentuk saling tolong menolong tidak memberatkan dan sebagai balas jasa kegiatan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara khataman yang memang harus membagi waktu untuk melakukan kegiatan khataman tersebut. Oleh karena itu selama dilakukan dengan niat yang baik, tidak mengandung unsur penipuan, paksaan maupun hal-hal yang dilarang dalam syariat, maka menerima upah tersebut dapat dinilai sebagai praktik yang diperbolehkan dalam islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Syariah > Program Studi Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Siti Arpah Lubis
Date Deposited: 28 Jul 2026 04:50
Last Modified: 28 Jul 2026 07:41
URI: https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/954

Actions (login required)

View Item
View Item