RIZKY, NABILAH (2025) AKULTURASI HADIS DENGAN TRADISI MANGALAP TONDI PADA MASYARAKAT KELURAHAN PANYABUNGAN II KABUPATEN MANDAILING NATAL. Skripsi thesis, STAIN Mandailing Natal.
NABILAH RIZKY_21110010_COVER - BAB I.pdf - Published Version
Download (1MB)
NABILAH RIZKY_21110010_BAB II - BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (538kB) | Request a copy
NABILAH RIZKY_21110010_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (173kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan akulturasi Hadis dan budaya lokal pada tradisi Mangalap Tondi Pada orang sakit dan kecelakaan yang dilestarikan oleh masyarakat Panyabungan II, sebagai bagian dari system religi yang merefleksikan pemahaman masyarakat terhadap hadis. Penelitian ini merupakan kajian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif dengan kerangka teori living hadis.Mangalap Tondi merupakan bagian penting dalam tradisi spiritual masyarakat Batak yang bertujuan untuk memanggil kembali tondi (roh kehidupan) seseorang yang diyakini telah meninggalkan tubuhnya karena sebab tertentu, seperti sakit berat atau trauma. Tatacara pelaksanaan tradisi Mangalap Tondi seperti bertanya kepada datu (salah satu keluarga yang memiliki kemampuan yang berhubungan dengan hal ghaib), mendatangi tempat kejadian, menyiapkan sesajen, memasak sesajen, dan penutup acaranya yaitu mangupa yang berisi Doa-Doa untuk kesehatan orang yang dijemput Tondinya. Dalam tradisi Mangalap Tondi ini ada 2 Tahapan yaitu: Tahapan bagi orang yang sakit (Manunghun datu, Mamulung Pulungan,Mangalompa Upa-Upa, Mengupa-Upa, Doa), Tahapan bagi orang yang kecelakaan dibagian tahapan kecelakaan ini ada 2 perbedaan tahapan yaitu:
Borhat tu Inganan Hadabuan (Berangkat ke Tempat Kejadian) ,Mameakhon Parlalealean (Mencari Tempat Tondi), kemudian selainnya sama dengan tahapan bagi orang yang sakit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, tradisi melaksanakan Mangalap Tondi di Kelurahan Panyabugan II dapat diposisikan sebagai bentuk studi living hadis yang kontekstual. Meski tidak merujuk langsung pada teks hadis secara literal, praktik ini merepresentasikan nilai-nilai hadis tentang tradisi yang sering dilaksanakan masyarakat. Kesimpulan, tradisi ini menunjukkan bahwa akulturasi ajaran Islam dapat hidup dan menyatu dalam budaya lokal tanpa kehilangan esensinya, tapi justru memperkaya
ekspresi keberislaman dalam realitas sosial Kelurahan Panyabungan II Kabupaten Mandailing Natal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kuturasi; Hadis; Mangalap Tondi; kelurahan Panyabungan II |
| Subjects: | Ilmu Hadits |
| Divisions: | Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Program Studi Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Hanan Azhari Hasibuan |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 07:55 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 07:55 |
| URI: | https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/919 |
