HASANAH, IFPAHUL (2025) STUDI HADIS TENTANG KEUTAMAAN DO’A 40 ORANG DAN RESEPSINYA DALAM UPACARA KEMATIAN MASYARAKAT MANDAILING DI KECAMATAN SIABU KABUPATEN MANDAILING NATAL. Skripsi thesis, STAIN Mandailing Natal.

[thumbnail of IFPAHUL HASANAH_21110002_COVER-BAB I.pdf] Text
IFPAHUL HASANAH_21110002_COVER-BAB I.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of IFPAHUL HASANAH_21110002_BAB II-IV.pdf] Text
IFPAHUL HASANAH_21110002_BAB II-IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (579kB) | Request a copy
[thumbnail of IFPAHUL HASANAH_21110002_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
IFPAHUL HASANAH_21110002_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (235kB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hadis yang menjelaskan keutamaan doa dari 40 orang dalam prosesi kematian, serta bagaimana masyarakat Mandailing, khususnya di Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, merespon dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Latar belakang dari penelitianini adalah adanya tradisi masyarakat Mandailing yang menghadirkan sekitar 40 orang untuk ikut serta dalam mendoakan jenazah, yang dipercaya bisa memberi syafaat dan memudahkan pengampunan bagi almarhum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa shahih dan apa makna dari hadis tersebut, sertamelihat bagaimana masyarakat menerima dan mengamalkan hadis itu dalam upacara kematian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara dengan tokoh agama dan masyarakat, observasi langsung saat upacara kematian, serta dokumentasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tentang keutamaan doa 40 orang dinilai berkualitas hasan li zatihi, artinya bisa dijadikan dasar dalam praktik ibadah. Masyarakat Mandailing menerima hadis ini dengan baik dan menjadikannya pedoman dalam menyelenggarakan pemakaman, khususnya dalam mengumpulkan jamaah sebanyak mungkin untuk mendoakan jenazah. Bagi mereka, selain sebagai bagian dari ajaran agama, tradisi ini juga mempererat hubungan sosial dan menunjukkan hubungan dalam menghadapi kematian. Artinya, tradisi ini tidak hanya bermakna secara spiritual, tapi juga sosial dan spiritual. Resepsi terhadap hadis ini bersifat positif, di mana masyarakat meyakini bahwa semakin banyak orang yang mendoakan jenazah, maka semakin besar pula peluang ampunan dari Allah swt. Hal ini mencerminkan bagaimana nilai-nilai Islam diresapi dan dipraktikkan secara kontekstual oleh masyarakat lokal tanpa menghilangkan esensi ajaran agama itu sendiri. Tradisi ini juga menjadi sarana pendidikan keagamaan informal bagi masyarakat karena turut melibatkan generasi muda dalam praktik keagamaan yang hidup di tengah masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian hadis kontekstual, studi-studi resepsi keagamaan di masyarakat lokal, serta memperkuat pemahaman tentang bagaimana Islam dapat berdialog dengan budaya tanpa kehilangan nilai dasarnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: hadis; doa 40 orang; kematian; resepsi; masyarakat Siabu; Mandailing Natal.
Subjects: Ilmu Hadits
Divisions: Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Program Studi Ilmu Hadits
Depositing User: Hanan Azhari Hasibuan
Date Deposited: 03 Jul 2026 03:26
Last Modified: 03 Jul 2026 03:26
URI: https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/917

Actions (login required)

View Item
View Item