CAHAYA LUBIS, HALIMAH (2025) STUDI LIVING HADIS TRADISI BARZANJI PADA ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT PANYABUNGAN SELATAN KABUPATENMANDAILING NATAL. Skripsi thesis, STAIN Mandailing Natal.
HALIMAH CAHAYA LUBIS_19110002_COVER-BAB I.pdf - Published Version
Download (1MB)
HALIMAH CAHAYA LUBIS_19110002_BAB II-IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (749kB) | Request a copy
HALIMAH CAHAYA LUBIS_19110002_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (375kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan studi living hadis terhadap tradisi barzanji pada adat pernikahan masyarakat Panyabungan Selatan kabupaten Mandailing Natal. Metode penelitian ini bersifat penelitian lapangan atau field research dengan pendekatan kualitatif berdasarkan fenomenologi. Kemudian data yang diperoleh untuk penelitian ini dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Dalam hal ini meliputi proses tiga tahap yaitu Data Reduction (Redukasi Data), Data Display (Penyajian Data) dan Conclusion/Verification (Kesimpulan/Verifikasi Data). Hasil penelitian ini adalah bahwa praktek Al-Barjanzi di Kecamatan Panyabungan Selatan kabupaten Mandailing Natal pembacaan barsanji biasanya dilakukan oleh kaum ibu dan dimulai pada malam hari tepat sebelum pesta pernikahan dilaksanakan. Pembacaan Al-Barzanji di laksanakan di rumah mempelai. pembacaan barzanji diawali dengan pembacaan Ummul Qur‟an oleh imam. Selanjutnya pembacaan barzanji dimulai oleh imam dan dilanjutkan oleh pembaca berikutnya, yaitu para undangan lainnya sampai bait terakhir. Barzanji yang dibaca adalah barzanji Natsar. Setelah pembacaan selesai baru dilanjutkan lagi dengan doa penutup yang dipimpin oleh sang imam. Setelah pembacaan doa penutup dilakukan, dilanjutkan dengan menghidangkan hidangan untuk dinikmati oleh seluruh undangan dan hadirin yang hadir. Dan urgensi pembacaan Al-Barzanji dalam pesta pernikahan salah satunya ialah dapat mempererat silaturahmi antar warga karena pada saat pembacaan Al-Barzanji. Seterusnya Prespektif Hadits Terhadap Tradisi Al-Barzanji Kecamatan Panyabungan Selatan Sah-sah saja Karena dilihat dari pendapat Madzahibul Arba‟ah mayoritas memperbolehkan hiburan dan permainan (nyanyian, orkesan, musik, tari-tarian, ludruk, wayang, dll). Dengan syarat harus tetap memelihara hal-hal sebagai berikut: 1) Lirik nyanyiannya sesuai dengan adab dan ajaran Islam, 2) Gaya dan penampilannya tidak menggairahkan nafsu syahwat dan mengundang fitnah. 3) Nyanyiannya tidak disertai dengan sesuatu yang haram, seperti minum khamar, menampakkan aurat serta percampuran antara laki-laki dan perempuan tanpa batas. 4) Nyanyian atau sejenisnya tidak menimbulkan rangsangan dan tidak mendatangkan fitnah. Dan apabila tidak memenuhi syarat-syarat diatas maka hukumnya adalah haram.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Barzanji; Tradisi; Adat Pernikahan Masyarakat; Living Hadis |
| Subjects: | Ilmu Hadits |
| Divisions: | Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Program Studi Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Hanan Azhari Hasibuan |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 03:36 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 03:36 |
| URI: | https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/915 |
