TELAUMBANUA, ZIDAN (2025) KONSEP LI’AN DALAM AL-QUR’AN (Studi Komparatif Tafsīr Al-Munīr dan Tafsīr al-Qurṭubī). Skripsi thesis, STAIN Mandailing Natal.

[thumbnail of ZIDAN TELAUMBANUA_21100011_COVER-BAB I-halaman-dihapus.pdf] Text
ZIDAN TELAUMBANUA_21100011_COVER-BAB I-halaman-dihapus.pdf - Published Version

Download (2MB)
[thumbnail of ZIDAN TELAUMBANUA_21100011_BAB II - BAB IV.pdf] Text
ZIDAN TELAUMBANUA_21100011_BAB II - BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (670kB) | Request a copy
[thumbnail of ZIDAN TELAUMBANUA_21100011_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
ZIDAN TELAUMBANUA_21100011_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (245kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep li’an dalam Al-Qur’an melalui studi komparatif antara Tafsīr Al-Munīr karya Wahbah Az-Zuhaili dan Tafsīr al-Qurṭubī karya Abu ‘Abdullah Al-Qurṭubī. Li’an merupakan mekanisme hukum Islam yang digunakan untuk menyelesaikan tuduhan zina oleh suami terhadap istri tanpa kehadiran empat saksi, sebagaimana diatur dalam Surat An-Nur ayat 6-9. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perlindungan kehormatan dan keadilan dalam keluarga Muslim, serta kebutuhan akan solusi syar’i ketika terjadi konflik internal rumah tangga yang sensitif dan sulit dibuktikan secara hukum.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis komparatif. Data dikumpulkan melalui telaah literatur utama dan sekunder, khususnya dua kitab tafsir besar yang menjadi objek penelitian. Fokus analisis diarahkan pada metodologi penafsiran kedua mufassir, substansi penjelasan mereka tentang li’an, serta perbedaan dan persamaan dalam menafsirkan ayat-ayat terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsīr Al-Munīr dan Tafsīr al-Qurṭubīsama-sama menegaskan li’an sebagai solusi syar’i yang mengedepankan keadilan dan menjaga kehormatan kedua belah pihak dalam rumah tangga. Keduanya menyoroti pentingnya sumpah saling melaknat sebagai pengganti kesaksian dalam kasus tuduhan zina tanpa saksi, serta menekankan akibat hukum berupa pemutusan hubungan suami istri dan nasab anak. Namun, terdapat perbedaan dalam penekanan aspek hukum dan sosial: Tafsīr Al-Munīr lebih menonjolkan dimensi maslahat dan perlindungan keluarga, sedangkan Tafsīr al-Qurṭubī lebih mendalam dalam aspek fiqh dan historis pelaksanaan li’an di masa klasik.Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan tafsir dan hukum keluarga Islam, serta memberikan kontribusi praktis dalam penyelesaian masalah keluarga secara adil dan sesuai syariat. Temuan ini juga menegaskan relevansi kajian tafsir dalam menjawab tantangan sosial kontemporer terkait kehormatan dan keadilan dalam institusi keluarga Muslim.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Li’an; Tafsir Al-Munīr; Tafsir Al-Qurṭubī
Subjects: Ilmu Alquran dan Tafsir
Divisions: Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Hanan Azhari Hasibuan
Date Deposited: 03 Jul 2026 03:55
Last Modified: 03 Jul 2026 03:55
URI: https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/912

Actions (login required)

View Item
View Item