BAIK, MUHAMMAD (2025) KALIGRAFI SEBAGAI FILOSOFI MASJID (Studi Living Qur’an Di Desa Pasar Baru Malintang Dan Desa Bange Kec. Bukit Malintang, Kab. Mandailing Natal). Skripsi thesis, STAIN Mandailing Natal.
Muhammad Baik_2110007_COVER-BAB I.pdf - Published Version
Download (1MB)
Muhammad Baik_2110007_BAB II-IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Muhammad Baik_2110007_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (314kB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena Living Quran melalui seni kaligrafi yang terwujud dalam arsitektur masjid, dengan fokus pada kaligrafi sebagai bentuk ekspresi estetika dan filosofi keislaman. Kaligrafi tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai media penyampaian pesan-pesan ilahiah yang hidup dalam ruang ibadah umat Islam. Fokus kajian diarahkan pada perbandingan antara dua masjid: satu yang menerapkan ornamen kaligrafi Al-Qur’an sebagai elemen utama interiornya, dan satu lagi yang tidak menggunakan kaligrafi dalam desainnya. Untuk menggali pemahaman masyarakat terhadap tradisi ini, peneliti melakukan studi berjudul "Kaligrafi Sebagai Filosofi Masjid (Studi Living Quran di Desa Pasar Baru Malintang dan Desa Bange, Kec. Bukit Malintang, Kab. Mandailing Natal)." Fokus utama dari penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan penempatan kaligrafi al-qur’an dalam aksitektur masjid dan bagaimana pemahaman pengurus dan jamaah masjid terhadap kaligrafi sebagai filosofi masjid di Masjid As-Shafaa desa Pasar Baru dan Al-Hidayah desa Bange Kec, Bukit Malintang Kab, Mandailing Natal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana penempatan kaligrafi al-qur’an dalam aksitektur masjid dan bagaimana pemahaman pengurus dan jamaah masjid terhadap kaligrafi sebagai filosofi masjid di Masjid As-Shafaa desa Pasar Baru dan Al-HidayahPenelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, serta menggunakan teknik analisis data secara deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan penelitian ini menunjukkan bahwa Masjid As-Shafaa yang menggunakan kaligrafi cenderung memperlihatkan pentingnya pengungkapan spiritual melalui seni, serta keyakinan bahwa seni dan agama dapat berjalan beriringan dalam menciptakan pengalaman ibadah yang lebih mendalam. Sementara itu, Masjid Al-Hidayah, dengan desain yang lebih minimalis dan tanpa kaligrafi, menunjukkan bahwa keindahan dalam beribadah tidak selalu bergantung pada elemen dekoratif, tetapi lebih pada kesederhanaan dan ketenangan yang tercipta dalam ruangan yang bersih dan tidak ramai. Secara keseluruhan dilihat bahwa Masjid As-Shafaa maupun Masjid Al-Hidayah memiliki kekuatan tersendiri dalam menciptakan atmosfer spiritual bagi jamaahnya. Kedua masjid ini, meskipun memiliki pendekatan yang berbeda dalam hal desain, keduanya tetap mencerminkan nilai-nilai Islam yang luhur dan memberikan dampak spiritual yang signifikan bagi umat yang mengunjunginya.Dalam kajian Living Qur’an, kaligrafi dilihat sebagai salah satu bentuk manifestasi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ayat-ayat suci yang ditulis dalam bentuk kaligrafi bukan hanya berfungsi sebagai hiasan atau dekorasi, tetapi juga memiliki makna sakral, simbolik, dan performatif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kaligrafi; living qur’an; masjid |
| Subjects: | Ilmu Alquran dan Tafsir |
| Divisions: | Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Hanan Azhari Hasibuan |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 04:21 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 04:21 |
| URI: | https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/907 |
