Andi, Riki (2025) PERAN IMAM KHATIB SEBAGAI MEDIATOR DALAM UPAYA MENDAMAIKAN NUSYUZ DAN SYIQAQ SUAMI ISTRI (Studi Kasus Jorong Lubuk Gobing Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat). Skripsi thesis, STAIN Mandailing Natal.
RIKI ANDI_21070028_COVER-BAB I.pdf - Published Version
Download (588kB)
RIKI ANDI_21070028_BAB II-BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (601kB) | Request a copy
RIKI ANDI_21070028_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (186kB)
Abstract
Penelitian ini berjudul “Peran Imam Khatib sebagai Mediator dalam Upaya Mendamaikan Nusyuz dan Syiqaq Suami Istri (Studi Kasus Jorong Lubuk Gobing Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat)”. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh meningkatnya kasus perselisihan rumah tanga serta letak geografis Jorong Lubuk Gobing yang jauh dari pusat kabupaten dan sulitnya akses menuju Pengadilan Agama mendorong masyarakat untuk lebih memilih penyelesaian melalui jalur non-formal, yaitu mediasi oleh Imam Khatib sebagai tokoh agama sekaligus pemuka adat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan Imam Khatib, pasangan suami istri, dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik nusyuz dan syiqaq di Jorong Lubuk Gobing dipicu oleh perselingkuhan, penggunaan media sosial dan penggunaan handphone secara tidak bijak, fitnah, serta kesulitan ekonomi. Imam Khatib menjalankan perannya dengan memberikan nasihat berlandaskan hukum Islam, serta nilai adat, memfasilitasi musyawarah kekeluargaan untuk mencapai kesepakatan damai dengan cara menciptakan suasana kondusif agar pihak yang berselisih dapat bersikap tenang dan rasional. Hasil mediasi menunjukkan tingkat keberhasilan 37,5%. Faktor pendukung mediasi adalah tingginya kepercayaan masyarakat terhadap figur Imam Khatib serta kedekatannya dengan nilai adat dan agama. Sedangkan faktor penghambat meliputi lemahnya pemahaman pasangan terhadap hak dan kewajiban. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Imam Khatib memiliki peran strategis dalam meredam konflik rumah tangga, sekaligus menjadi alternatif mediasi berbasis agama, adat, dan budaya di tengah keterbatasan akses hukum formal. Peran ini memberikan model penyelesaian konflik keluarga yang dapat dijadikan rujukan di daerah lain.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Imam Khatib; Mediator; Nusyuz; Syiqaq; Mediasi |
| Subjects: | Hukum Islam > Hukum Keluarga Hukum Islam > Perkawinan |
| Divisions: | Syariah > Program Studi Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Hanan Azhari Hasibuan |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 02:51 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 02:51 |
| URI: | https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/895 |
