ANASHA, JULI (2025) KESADARAN HUKUM BAGI GURU DAN SANTRI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM MUARAMAIS JAMBUR TERHADAP ATURAN PERKAWINAN DI INDONESIA. Skripsi thesis, STAIN Mandailing Natal.
JULI ANASHA_21070007_HKI_ COVER- BAB I..pdf - Published Version
Download (883kB)
JULI ANASHA_21070007_HKI_ BAB II- BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (480kB) | Request a copy
JULI ANASHA_21070007_HKI_ BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (106kB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesadaran hukum dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren yang hanya berpegang pada fikih klasik karangan ulama terdahulu yang mana di buku fikih tersebut tidak membahas mengenai beberapa aturan yang diatur dalam Undang-Undang Perkawinan No 16 Tahun 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan kesadaran hukum para guru dan santri terhadap aturan hukum yang mengatur tentang perkawinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada guru dan santri tingkat Aliyah yang sudah belajar Fikih Munakahat di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Jambur. Fokus utama penelitian ini adalah menilai tingkat pengetahuan, sikap, dan kesadaran hukum guru dan santri tingkat Aliyah di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Jambur terhadap aturan hukum perkawinan di Indonesia seperti mengenai batasan usia minimal perkawinan, poligami, perjanjian pranikah, perkawinan yang sah, melakukan hubungan suami istri, pembagian harta bersama, pencatatan perkawinan, mediasi, perceraian, uang tebusan (iwadh), hak wali, sanksi apabila melanggar aturan, kewarisan anak luar nikah. Kesadaran hukum menjadi sangat penting agar setiap individu, termasuk guru dan santri khususnya santri tingkat Aliyah di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Jambur, memahami bahwa sebagai warga negara Indonesia, memiliki kewajiban untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum guru cenderung lebih tinggi dibandingkan santri tingkat Aliyah yang sudah belajar Fikih Munakahat di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Jambur. Para guru umumnya memahami ketentuan hukum positif terkait perkawinan, meskipun mereka masih mengaitkannya dengan fikih klasik yang dipelajari di pesantren, mereka tetap menjalankannya sesuai aturan negara. Sementara itu, sebagian besar santri Darul Ulum hanya memiliki pemahaman terbatas pada fikih yang mereka pelajari di Pesantren dan cenderung mendasarkan persepsi mereka pada fikih yang mereka
pelajari di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Jambur
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kesadaran hukum; guru; santri; dan aturan perkawinan. |
| Subjects: | Hukum Islam > Perkawinan |
| Divisions: | Syariah > Program Studi Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Hanan Azhari Hasibuan |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 02:44 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 02:44 |
| URI: | https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/891 |
