ERLINA, SALPIYAH (2025) TINJAUAN MAQASHID SYARIAH TERHADAP PEMBERIAN HIBAH SECARA LISAN (Studi kasus di desa sihepeng kecamatan siabu). Skripsi thesis, STAIN Mandailing Natal.
SALPIYAH ERLINA_18020043_HES_ COVER- BAB I..pdf - Published Version
Download (960kB)
SALPIYAH ERLINA_18020043_HES_ BAB II- BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (624kB) | Request a copy
SALPIYAH ERLINA_18020043_HES_ BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (310kB)
Abstract
Hibah adalah tindakan hukum yang memberikan hak milik atas suatu objek kepada penerima, dan memberi merupakan ibadah penting dalam kehidupan manusia, seperti zakat dan sedekah yang mengandung prinsip solidaritas. Teori Maqasid Al-Syari'ah menekankan perlunya menjaga lima hal: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta untuk mencapai kemuliaan manusia. Dalam konteks ini, Bapak Sulaiman memberikan hibah tanah seluas 300 m kepada almarhumah Ibu Saumah secara lisan di depan lima saksi. Namun, setelah Bapak Sulaiman meninggal, anaknya, Kasim, meminta kembali tanah tersebut dari Ibu Hartini, yang menempatkan tanah itu. Pemberian hibah secara lisan di Desa Sihepeng menghadapi tantangan karena kurangnya dokumentasi formal dapat menyebabkan sengketa dan ketidakpastian hukum, sehingga penting untuk memastikan kejelasan dan keadilan dalam transaksi hibah agar tujuan maqasid syariah, seperti keadilan dan kesejahteraan, tercapai tanpa konflik. Rumusan masalah penelitini ini yaitu Bagaimana Praktik Pemberian Hibah Secara Lisan Di Desa Sihepeng Kecamatan Siabu ? dan Bagaimana Tinjauan Maqashid syariah Terhadap Pemberian Hibah Secara Lisan Di Desa Sihepeng Kecamatan Siabu ? Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelitian lapangan di Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu, dari Juli hingga Agustus 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara terarah dengan penerima hibah dan ahli waris, serta observasi dan studi dokumentasi. Sumber data terbagi menjadi data primer dan sekunder. Analisis dilakukan secara sistematis dengan mengklasifikasikan data sesuai pokok permasalahan, menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif untuk menggambarkan praktik hibah di desa tersebut. Adapun hasil penelitian ini adalah dari perspektif maqashid syariah, hibah
seharusnya dilakukan dengan jelas dan transparan untuk menjaga tujuan-tujuan syariah seperti keadilan dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun hibah lisan memiliki nilai sosial, dokumentasi formal sangat diperlukan untuk menghindari konflik dan untuk memastikan bahwa hibah tersebut dapat memberikan manfaat maksimal. Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat lebih mengutamakan praktik hibah yang tertulis untuk mencapai kepastian hukum dan keadilan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hibah; Maqashid Syariah; Pemberian Hibah |
| Subjects: | Hukum Islam > Shodaqoh, Infaq |
| Divisions: | Syariah > Program Studi Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Hanan Azhari Hasibuan |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 04:49 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 04:49 |
| URI: | https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/880 |
