ALWI, ANHAR (2025) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP KEABSAHAN AKAD JUAL BELI GETAH KARET DI DESA TANJUNG SIALANG KECAMATAN SIABU. Skripsi thesis, STAIN Mandailing Natal.

[thumbnail of ANHAR ALWI_21020036_HES_COVER- BAB I.pdf] Text
ANHAR ALWI_21020036_HES_COVER- BAB I.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of ANHAR ALWI_21020036_HES_ BAB II- BAB IV.pdf] Text
ANHAR ALWI_21020036_HES_ BAB II- BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of ANHAR ALWI_21020036_HES_ BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
ANHAR ALWI_21020036_HES_ BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (556kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya jual beli getah karet yang dilakukan secara lisan dan tanpa dokumentasi resmi, serta adanya indikasi penyimpangan dalam proses transaksi, seperti pencampuran bahan asing untuk menambah berat getah. Rumusan masalah peneletian dalam penelitian ini adalah pertama: Bagaimana akad jual beli getah karet di Desa Tanjung Sialang Kecamatan Siabu, Kedua: bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap keabsahan akad jual beli getah karet di Desa Tanjung Sialang Kecamatan Siabu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik akad jual beli getah karet dilakukan di Desa Tanjung Sialang dan bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap keabsahan akad tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap petani karet, toke, serta tokoh agama setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jual beli getah karet dilakukan melalui sistem penimbangan dengan timbangan milik toke. Namun, terdapat pemotongan timbangan (misalnya 3,2 kg hanya dihitung 3 kg), harga ditentukan sepihak oleh toke, dan pembayaran tidak selalu tunai karena adanya hutang (ijon). Dari sisi hukum ekonomi syariah, meskipun rukun jual beli terpenuhi (ada penjual, pembeli, barang, dan harga), tetapi syarat sah banyak yang dilanggar karena mengandung gharar (ketidakjelasan harga dan timbangan), tadlis (penipuan dengan pencampuran getah). Oleh karena itu, akad jual beli getah karet tersebut termasuk kategori akad fasid (rusak). Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik jual beli getah karet di Desa Tanjung Sialang belum sesuai dengan prinsip keadilan, kejelasan, dan kejujuran sebagaimana ditetapkan dalam hukum ekonomi syariah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dalam memperbaiki sistem transaksi agar lebih sesuai dengan prinsip muamalah Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Hukum Ekonomi Syariah; Akad Jual Beli; Getah Karet
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Jual Beli dalam Islam
Divisions: Syariah > Program Studi Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Hanan Azhari Hasibuan
Date Deposited: 07 Apr 2026 08:19
Last Modified: 07 Apr 2026 08:19
URI: https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/856

Actions (login required)

View Item
View Item