Rangkuti, Mutiah (2024) ANALISIS JUAL BELI BUAH-BUAHAN DENGAN SISTEM BORONGAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus Desa Gunung Tua Julu). Skripsi thesis, STAIN Mandailing Natal.

[thumbnail of MUTIAH RANGKUTI_21080002_COVER - BAB I.pdf] Text
MUTIAH RANGKUTI_21080002_COVER - BAB I.pdf - Published Version

Download (492kB)
[thumbnail of MUTIAH RANGKUTI_21080002_BAB II - BAB IV.pdf] Text
MUTIAH RANGKUTI_21080002_BAB II - BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (628kB) | Request a copy
[thumbnail of MUTIAH RANGKUTI_21080002_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
MUTIAH RANGKUTI_21080002_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (223kB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik jual beli buah-buahan dengan sistem borongan dilakukan oleh masyarakat Desa Gunung Tua Julu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik kebun, pemborong, dan masyarakat sekitar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara induktif untuk menggambarkan mekanisme dan kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli buah-buahan secara borongan di Desa Gunung Tua Julu telah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Sistem ini dilakukan dengan kesepakatan antara pemilik kebun dan pemborong mengenai harga dan waktu panen tanpa melalui proses penimbangan atau takaran pasti. Masyarakat memilih sistem
borongan karena dianggap lebih praktis, cepat, dan memberikan kepastian hasil. Bagi pemilik kebun, sistem ini menghemat waktu dan tenaga, sementara bagi pemborong memberikan keuntungan melalui penjualan ulang hasil panen. Ditinjau dari perspektif ekonomi syariah, praktik jual beli borongan termasuk dalam kategori jual beli jizaf, yaitu jual beli tanpa takaran atau timbangan yang diperbolehkan selama memenuhi prinsip kerelaan (taradhi), kejujuran (sidq), dan keadilan (adl). Dengan demikian, sistem borongan di Desa Gunung Tua Julu dapat dikatakan sah dan sesuai dengan prinsip ekonomi Islam, meskipun perlu adanya peningkatan transparansi dalam penentuan harga agar tidak menimbulkan unsur ketidakpastian (gharar)

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Jual Beli; Sistem Borongan; Ekonomi Syariah; Masyarakat Desa; Buah-Buahan
Subjects: Ekonomi Islam > Ekonomi Syariah
Divisions: Ekonomi Bisnis Islam > Program Studi Ekonomi Syariah
Depositing User: Hanan Azhari Hasibuan
Date Deposited: 29 Apr 2026 02:10
Last Modified: 29 Apr 2026 02:10
URI: https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/827

Actions (login required)

View Item
View Item