Muhammad, Fadli (2026) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Larangan Adat Perkawinan Semarga (Studi Kasus Kelurahan Kota Siantar Kabupaten Mandailing Natal). Skripsi thesis, STAIN MADINA.

[thumbnail of HKI_20070027_FADLI MUHAMMAD_ COVER- BAB I.pdf] Text
HKI_20070027_FADLI MUHAMMAD_ COVER- BAB I.pdf

Download (656kB)
[thumbnail of HKI_20070027_FADLI MUHAMMAD_ BAB II- BAB IV.pdf] Text
HKI_20070027_FADLI MUHAMMAD_ BAB II- BAB IV.pdf

Download (563kB)
[thumbnail of HKI_20070027_FADLI MUHAMMAD_ BAB V.pdf] Text
HKI_20070027_FADLI MUHAMMAD_ BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (282kB) | Request a copy

Abstract

Fadli Muhammad. NIM 20070027. Tinjauan Hukum Islam terhadap Larangan Adat Perkawinan Semarga (Studi Kasus Kelurahan Kota Siantar Kabupaten Mandailing Natal). Program Studi Hukum Keluarga Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya larangan adat terhadap perkawinan semarga dalam masyarakat Kelurahan Kota Siantar Kabupaten Mandailing Natal. Dalam adat Mandailing, perkawinan semarga dianggap bertentangan dengan sistem kekerabatan karena orang yang memiliki marga yang sama dipandang sebagai satu kelompok kekerabatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat Kelurahan Kota Siantar terhadap perkawinan semarga dan mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap larangan adat perkawinan semarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat kelurahan, dan masyarakat Kelurahan Kota Siantar. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap perkawinan semarga terbagi menjadi dua. Sebagian masyarakat tetap berpegang pada adat Mandailing dan menganggap perkawinan semarga tidak sesuai dengan adat karena dapat mengganggu hubungan kekerabatan dan pertuturan. Sementara sebagian lainnya lebih mengutamakan hukum Islam dan berpendapat bahwa kesamaan marga tidak secara otomatis menjadi larangan perkawinan selama tidak terdapat hubungan mahram serta rukun dan syarat perkawinan terpenuhi. Berdasarkan tinjauan hukum Islam, kesamaan marga bukan merupakan sebab yang mengharamkan perkawinan. Larangan perkawinan dalam Islam didasarkan pada hubungan mahram. Adat tetap dapat dihormati sebagai norma sosial selama tidak bertentangan dengan syariat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Hukum Islam > Hukum Keluarga
Public Relation
Hukum Islam > Adat - 'Urf
Hukum Islam > Perkawinan
Divisions: Syariah > Program Studi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Fadli Fadli Muhammad
Date Deposited: 13 Oct 2026 07:47
Last Modified: 13 Oct 2026 07:47
URI: https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/2169

Actions (login required)

View Item
View Item