Ashari, Mhd Irfan (2026) ANALISIS JUAL BELI EMAS DENGAN SISTEM TUKAR TAMBAH PADA TOKO EMAS FAISAL ARIFIN PANYABUNGAN MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH6. Skripsi thesis, STAIN MADINA.
MHD IRFAN ASHARI_20080029_COVER_BAB I.pdf
Download (788kB)
MHD IRFAN ASHARI_20080029__BAB II_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (890kB) | Request a copy
MHD IRFAN ASHARI_20080029__BAB V.pdf
Download (643kB)
Abstract
Jual beli merupakan salah satu bentuk
muamalah yang dibolehkan dalam Islam karena menjadi sarana bagi manusia untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Suatu transaksi jual beli dinyatakan sah apabila
telah memenuhi rukun dan syarat yang ditetapkan syariat. Salah satu objek dalam
transaksi jual beli adalah emas, yang selain berfungsi sebagai perhiasan juga
memiliki nilai ekonomis sebagai aset atau tabungan. Perkembangan model
perhiasan emas mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi tukar tambah,
yaitu menukarkan perhiasan emas lama dengan perhiasan emas baru disertai
pembayaran selisih harga dan biaya pembuatan. Mengingat emas memiliki
kedudukan khusus dalam fiqh muamalah, praktik tersebut perlu dikaji agar
diketahui kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah. Permasalahan
dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik jual beli emas dengan sistem tukar
tambah di Toko Emas Faisal Arifin Panyabungan dan bagaimana perspektif
ekonomi syariah terhadap praktik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui mekanisme pelaksanaan jual beli emas dengan sistem tukar tambah
serta menganalisis kesesuaiannya menurut perspektif ekonomi syariah. Penelitian
ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif.
Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian
dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, praktik jual beli emas dengan sistem
tukar tambah di Toko Emas Faisal Arifin Panyabungan dilakukan dengan cara
konsumen menyerahkan emas lama untuk ditaksir berdasarkan kadar dan beratnya,
kemudian nilai emas tersebut dijadikan sebagai pengurang harga perhiasan emas
baru yang dipilih. Apabila perhiasan yang diinginkan belum tersedia, konsumen
dapat memberikan uang muka dan melunasi sisa pembayaran pada saat perhiasan
selesai dibuat dengan tetap menggunakan harga yang telah disepakati pada saat
akad. Ditinjau dari perspektif ekonomi syariah, Dalam praktik di Toko Faisal
Arifin, syarat tersebut tidak terpenuhi. Penggabungan dua akad dalam satu kalimat
transaksi menyebabkan ketidakjelasan harga (gharar) dan berpotensi terjadi riba
fadhl karena adanya pertukaran emas lama dan emas baru yang tidak seimbang
beratnya namun dinilai dengan selisih uang yang tidak transparan. Oleh karena itu,
menurut perspektif ekonomi syariah praktik tersebut belum sesuai dengan prinsip
syariah dan dinyatakan tidak sah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Ekonomi Islam > Ekonomi Syariah |
| Divisions: | Ekonomi Bisnis Islam > Program Studi Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Mhd irfan abd ahad |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 01:55 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 01:55 |
| URI: | https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/2107 |
