Nasution, Fansuri (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI BATU TAMBANG DI DESA HUTABARGOT JULU KECAMATAN HUTABARGOT. Skripsi thesis, STAIN MADINA.
HES_22020037_FANSURI NASUTION_COVER-BAB I.pdf
Download (1MB)
HES_22020037_FANSURI NASUTION_BAB II-BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (579kB) | Request a copy
HES_22020037_FANSURI NASUTION_BAB V.pdf
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik jual beli batu tambang yang dilakukan
masyarakat Desa Hutabargot Julu Kecamatan Hutabargot. Dalam praktiknya, pembeli datang
secara langsung untuk melihat kondisi batu tambang, kemudian menentukan jumlah
pembelian berdasarkan karung dan menyepakati harga dengan penjual. Harga yang
ditemukan dalam penelitian adalah Rp180.000 per karung. Setelah transaksi dilakukan, batu
tambang dibawa untuk diolah menggunakan alat galundung guna mengetahui kandungan
emas di dalamnya. Kandungan emas tersebut belum dapat diketahui secara pasti sebelum
proses pengolahan, sehingga hasil yang diperoleh pembeli dapat berbeda-beda dan dapat
menimbulkan keuntungan maupun kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
praktik pembelian batu tambang dan mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap praktik
tersebut di Desa Hutabargot Julu Kecamatan Hutabargot. Penelitian ini merupakan penelitian
lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif. Pendekatan
yang digunakan meliputi pendekatan normatif dan empiris. Sumber data terdiri dari data
primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan penjual, pembeli, serta
masyarakat Desa Hutabargot Julu, dan data sekunder yang diperoleh dari buku, jurnal,
dokumen, serta sumber kepustakaan yang berkaitan dengan jual beli dan hukum Islam.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi,
sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembelian batu tambang dilakukan
secara langsung antara penjual dan pembeli. Pembeli dapat melihat objek batu tambang
sebelum melakukan transaksi, menentukan jumlah berdasarkan karung, kemudian
menyepakati harga sebesar Rp180.000 per karung. Setelah pembayaran dilakukan, batu
tambang diserahkan kepada pembeli untuk diolah menggunakan galundung. Berdasarkan
tinjauan hukum Islam dengan menggunakan teori jual beli jizaf, praktik tersebut memiliki
karakteristik jual beli jizaf karena objek batu dapat dilihat secara langsung, jumlah dan harga
diketahui serta disepakati oleh kedua belah pihak, dan barang dapat diserahterimakan.
Ketidakpastian mengenai kandungan emas baru diketahui setelah proses pengolahan dan
bukan merupakan jumlah emas yang menjadi objek utama jual beli. Oleh karena itu, praktik
jual beli batu tambang tersebut dapat dilakukan selama terdapat kerelaan antara penjual dan
pembeli, dilakukan secara jujur, serta tidak mengandung penipuan dan gharar yang
berlebihan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Hukum Islam |
| Divisions: | Syariah > Program Studi Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Fansuri Nasution Fansuri |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 07:59 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 07:59 |
| URI: | https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/2057 |
