Lubis, Andi Hakim (2026) ANALISIS SISTEM BAGI HASIL ANTARA PENGGARAP DAN PEMILIK KEBUN KARET DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH DI DESA SABAJIOR KECAMATAN PANYABUNGAN BARAT. Skripsi thesis, STAIN MADINA.

[thumbnail of ES_21080062_ANDI HAKIM LUBIS_COVER- BAB I.pdf] Text
ES_21080062_ANDI HAKIM LUBIS_COVER- BAB I.pdf

Download (375kB)
[thumbnail of ES_21080062_ANDI HAKIM LUBIS_ BAB II- BAB IV.pdf] Text
ES_21080062_ANDI HAKIM LUBIS_ BAB II- BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (456kB) | Request a copy
[thumbnail of ES_21080062_ANDI_HAKIM_LUBIS_BAB_V_Dengan_Izin.pdf] Text
ES_21080062_ANDI_HAKIM_LUBIS_BAB_V_Dengan_Izin.pdf

Download (604kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis sistem bagi hasil antara penggarap dan pemilik kebun karet serta
mengetahui kesesuaiannya dengan prinsip ekonomi syariah di Desa Sabajior
Kecamatan Panyabungan Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui
wawancara dengan lima informan yang terdiri dari satu orang pemilik kebun, tiga
orang penggarap, dan satu orang tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh
dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan,
serta dilakukan pemeriksaan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan
teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama bagi hasil antara pemilik
kebun karet dan penggarap dilakukan berdasarkan kesepakatan secara lisan dan
dilandasi oleh rasa saling percaya. Sistem bagi hasil yang diterapkan terdiri atas
dua pola, yaitu 50:50 dan 60:40. Pada pola 60:40, penggarap memperoleh 60%
dan pemilik kebun memperoleh 40% dari hasil penjualan karet. Penggarap
bertanggung jawab melakukan penyadapan, pengumpulan hasil, dan membawa
hasil karet untuk ditimbang, sedangkan pemilik kebun menyediakan lahan serta
menanggung biaya pemeliharaan dan pupuk. Kegiatan penyadapan umumnya
dilakukan tiga sampai empat kali dalam seminggu, sedangkan penjualan hasil
karet biasanya dilakukan satu kali dalam seminggu, bergantung pada kondisi
cuaca dan jumlah produksi. Ditinjau dari perspektif ekonomi syariah, praktik kerja
sama tersebut secara substantif memiliki kesesuaian dengan konsep akad
musaqah, karena didasarkan pada kerelaan kedua belah pihak, adanya pembagian
hasil berdasarkan hasil usaha yang diperoleh, serta adanya pembagian risiko
dalam kegiatan produksi. Namun, kesepakatan yang hanya dilakukan secara lisan
menunjukkan perlunya pencatatan atau perjanjian yang lebih jelas untuk
menghindari kesalahpahaman dan memberikan kepastian bagi kedua belah pihak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Ekonomi Islam > Ekonomi Syariah
Divisions: Ekonomi Bisnis Islam > Program Studi Ekonomi Syariah
Depositing User: Andi Hakim Lubis
Date Deposited: 09 Oct 2026 07:35
Last Modified: 09 Oct 2026 07:35
URI: https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/2017

Actions (login required)

View Item
View Item