Handayani, Risna (2026) Pemahaman Remaja Terhadap Adat Partuturan di Desa Bulusoma Kecamatan Batang Natal. Skripsi thesis, STAIN Madina.

[thumbnail of PAI_22010041_RISNA HANDAYANI LUBIS.pdf] Text
PAI_22010041_RISNA HANDAYANI LUBIS.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of PAI_22010041_RISNA HANDAYANI LUBIS_ COVER- BAB I.pdf] Text
PAI_22010041_RISNA HANDAYANI LUBIS_ COVER- BAB I.pdf

Download (587kB)
[thumbnail of PAI_22010041_RISNA HANDAYANI LUBIS_ BAB II- BAB IV.pdf] Text
PAI_22010041_RISNA HANDAYANI LUBIS_ BAB II- BAB IV.pdf

Download (343kB)
[thumbnail of PAI_22010041_RISNA HANDAYANI LUBIS_ BAB V.pdf] Text
PAI_22010041_RISNA HANDAYANI LUBIS_ BAB V.pdf

Download (1MB)

Abstract

Risna Handayani Lbs (NIM 22010041). “Pemahaman Remaja terhadap Adat
Partuturan di Desa Bulusoma Kecamatan Batang Natal.” Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman remaja terhadap adat
partuturan di Desa Bulusoma Kecamatan Batang Natal. Adat partuturan
merupakan sistem kekerabatan masyarakat Mandailing yang mengatur tata cara
menyapa, berkomunikasi, dan bersikap berdasarkan hubungan kekerabatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman remaja terhadap adat
partuturan, mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman remaja, serta
mengetahui pandangan remaja terhadap pentingnya adat partuturan dalam
kehidupan masyarakat Mandailing di Desa Bulusoma Kecamatan Batang Natal.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan
kualitatif dan bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari
remaja, tokoh adat, dan kepala desa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui proses reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pemahaman remaja terhadap adat partuturan di Desa Bulusoma berada
pada tingkat dasar. Remaja pada umumnya telah memahami partuturan sebagai
sistem sapaan berdasarkan hubungan kekerabatan dan sebagai bentuk
penghormatan kepada orang lain, tetapi masih terdapat keterbatasan dalam
memahami hubungan tarombo, tingkatan partuturan, serta makna dan nilai budaya
yang terkandung di dalamnya. Faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman
remaja meliputi keluarga, lingkungan masyarakat, teman sebaya, pendidikan, serta
perkembangan teknologi dan modernisasi. Faktor keluarga menjadi faktor yang
paling dominan karena remaja pertama kali mengenal partuturan melalui orang
tua dan keluarga. Pandangan remaja terhadap pentingnya adat partuturan pada
umumnya positif. Remaja memandang partuturan sebagai identitas budaya
masyarakat Mandailing, sarana menjaga hubungan kekerabatan, mempererat
silaturahmi, serta membentuk sikap saling menghormati dan nilai-nilai adab.
Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara keluarga, tokoh adat, masyarakat,
lembaga pendidikan, dan pemerintah desa dalam melestarikan adat partuturan
agar tetap dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata Kunci: Pemahaman Remaja, Adat Partuturan, Masyarakat Mandailing,
Desa Bulusoma.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Pendidikan Agama Islam
Matematika
Divisions: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Program Studi Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Risna Risna Handayani Lbs
Date Deposited: 07 Oct 2026 07:11
Last Modified: 07 Oct 2026 07:11
URI: https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/1933

Actions (login required)

View Item
View Item