Khodijah, Ilmi (2026) TRANSFORMASI PERAN MASJID DALAM ERA MEDIA DIGITAL (STUDI KASUS MASJID AL ISTIQOMAH DESA PARBANGUNAN). Skripsi thesis, STAIN MADINA.
ILMI KHODIJAH_22140005_ COVER - BAB I.pdf
Download (831kB)
ILMI KHODIJAH_22140005_BAB II - BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
ILMI KHODIJAH_22140005_BAB V.pdf
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perkembangan era digital yang
menuntut lembaga keagamaan seperti masjid untuk beradaptasi, di tengah
kenyataan bahwa banyak masjid lokal yang masih mempertahankan sistem
komunikasi konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk
transformasi peran Masjid Al-Istiqomah dalam penyebaran informasi kepada
masyarakat, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan yang dihadapi
dalam proses tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan
metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara
mendalam dan dokumentasi terhadap 17 orang yang meliputi pengurus BKM,
Kepala Desa, dan masyarakat sekeitar. Rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah Pertama: Bagaimana transformasi peran Masjid Al-Istiqomah dalam era
digital Desa Parbangunan dalam penyebaran informasi kepada masyarakat?,
Kedua: Apa saja faktor pendukung transformasi peran masjid dalam era media
digital pada Masjid Al-Istiqomah Desa Parbangunan?, Ketiga: Apa saja tantangan
dan hambatan transformasi peran masjid dalam era media digital pada Masjid Al
Istiqomah Desa Parbangunan?.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Al-Istiqomah Desa
Parbangunan masih berada pada fase pra-transformasi digital; meskipun
infrastruktur seperti Wi-Fi dan CCTV telah tersedia, pemanfaatannya dalam
penyebaran informasi dan dakwah masih bertumpu pada pengeras suara. Faktor
pendukung transformasi meliputi tingginya kepemilikan smartphone, akses
internet yang memadai, antusiasme warga, serta ketersediaan generasi muda yang
melek digital. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya literasi digital
pengurus senior, keterbatasan anggaran, ketiadaan pengelola media digital resmi,
kesenjangan digital antargenerasi, kekhawatiran terhadap hoaks, serta minimnya
pendampingan dari lembaga eksternal. Temuan ini menyimpulkan bahwa
transformasi digital masjid bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan perubahan
kelembagaan yang memerlukan sinergi antara kesiapan sumber daya manusia dan
tata kelola organisasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi Islam |
| Divisions: | Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ilmi Khodijah Ilmi |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 03:48 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 03:48 |
| URI: | https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/1904 |
