Nasution, Nur Azizah (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMOTONGAN UPAH KARYAWAN PETERNAK AYAM TERNAK AYAM CIOMAS DI DESA PIDOLI LOMBANG. Skripsi thesis, STAIN MADINA.
HES_22020029_NUR AZIZAH NASUTION_ COVER- BAB I.pdf
Download (717kB)
HES_22020029_NUR AZIZAH NASUTION_ BAB II- BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (663kB) | Request a copy
HES_22020029_NUR AZIZAH NASUTION_ BAB V.pdf
Download (616kB)
Abstract
Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh adanya praktik pemotongan upah karyawan di Peternakan
Ayam Ciomas Desa Pidoli Lombang yang dilakukan karena penurunan omzet,
harga ayam, tingkat deplesi, dan kondisi usaha lainnya. Praktik tersebut
menimbulkan persoalan mengenai kejelasan mekanisme pemotongan,
transparansi, serta kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui praktik pengupahan karyawan di Peternakan
Ayam Ciomas Desa Pidoli Lombang serta menganalisis praktik tersebut
berdasarkan perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian
lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik peternakan,
karyawan, serta pihak-pihak yang terkait. Data dianalisis secara deskriptif
kualitatif dengan menggunakan konsep akad ijarah, prinsip keadilan (al-'adl),
kerelaan (ridha), transparansi, dan perlindungan hak pekerja dalam fikih
muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengupahan di
Peternakan Ayam Ciomas didasarkan pada hubungan kerja antara peternak dan
karyawan, di mana karyawan menerima upah sebagai imbalan atas jasa
pemeliharaan ayam. Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan praktik
pemotongan upah yang belum sepenuhnya didasarkan pada ketentuan yang jelas
dan transparan. Ketentuan mengenai mekanisme, besaran, dan dasar pemotongan
belum sepenuhnya dituangkan dalam perjanjian kerja tertulis, sehingga pekerja
tidak selalu memperoleh informasi yang jelas mengenai alasan dan perhitungan
pemotongan upah. Dari perspektif hukum Islam, hubungan kerja tersebut
termasuk dalam akad ijarah al-'amal yang pada dasarnya sah. Akan tetapi, praktik
pemotongan upah yang dilakukan secara sepihak, tidak transparan, tidak memiliki
dasar yang jelas, atau membebankan risiko usaha kepada pekerja tanpa adanya
bukti kesalahan pekerja bertentangan dengan prinsip keadilan, kerelaan, amanah,
dan perlindungan hak pekerja dalam Islam. Berdasarkan hasil penelitian, dapat
disimpulkan bahwa praktik pengupahan karyawan di Peternakan Ayam Ciomas
Desa Pidoli Lombang belum sepenuhnya sesuai dengan hukum Islam. Aspek yang
sesuai terdapat pada adanya hubungan kerja, pekerjaan yang jelas, dan pemberian
upah sebagai imbalan jasa. Adapun aspek yang belum sesuai terletak pada
mekanisme pemotongan upah yang belum jelas, kurang transparan, serta adanya
kemungkinan pembebanan risiko usaha kepada pekerja tanpa dasar yang dapat
dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, sistem pengupahan perlu dilaksanakan
berdasarkan akad yang jelas, transparan, adil, dan proporsional agar hak pekerja
dan kepentingan pemberi kerja sama-sama terlindungi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Hukum Islam |
| Divisions: | Syariah > Program Studi Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Nur Azizah Nasution |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 08:11 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 08:11 |
| URI: | https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/1888 |
