Tania Lubis, Intana (2026) ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI ONLINE DI APLIKASI TELEGRAM. Skripsi thesis, STAIN MADINA.
HES_22020015_INTANA TANIA LUBIS_ COVER- BAB I.pdf
Download (795kB)
HES_22020015_INTANA TANIA LUBIS_ BAB II- BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (927kB) | Request a copy
HES_22020015_INTANA TANIA LUBIS_ BAB V.pdf
Download (249kB)
Abstract
Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam kegiatan jual beli, terutama jual beli online melalui berbagai aplikasi pesan instan, temasuk Telegram. Namun, jual beli melalui aplikasi ini dinilai masih memiliki banyak kelemahan dibandingkan dengan platform e-commerce formal. Permasalahan yang sering terjadi meliputi penipuan, ketidakjelasan informasi objek, pembayaran palsu, serta kondisi dimana objek yang sudah diserahkan kepada buyer diambil kembali oleh seller karena seluruh data dan kendali objek berada di tangan seller. Kondisi tersebut melanggar prinsip-prinsip jual beli dalam hukum ekonomi syariah, diantaranya mengandung gharar, tadlis, bahkan riba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik jual beli online di aplikasi Telegram serta menganalisis berdasarkan hukum ekonomi syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka yang diambil dari sumber-sumber tertulis seperti buku hukum eonomi syariah, artikel jurnal ilmiah, fatwa DSN-MUI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli online di Aplikasi Telegram memiliki risiko cukup tinggi terhadap oenipuan dan ketidakjelasan transaksi. Beberapa bentuk permasalahan yang sering terjadi antara lain ketidakjelasan objek yang diperjualbelikan, penggunaan bukti pembayaran palsu, serta kondisi dimana penjual masih memiliki kendali penuh terhadap objek digital yang telah dijual sehingga memungkinkan objek tersebut diambil kembali. Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, praktik jual beli melalui Telegram pada dasarnya dapat dianggap sah apabila memenuhi rukun dan syarat jual beli, seperti adanya kejelasan objek, kerelaan kedua belah pihak, serta tidak adanya unsur penipuan. Namun apabila transaksi mengandung unsur ketidakjelasan (gharar), penipuan (tadlis), atau merugikan salah satu pihak, maka praktik tersebut tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan prinsip kejujuran dan keadilan dalam muamalah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Hukum Islam > Ekonomi - Masalah Hukum Hukum Islam Hukum Islam > Jual Beli dalam Islam |
| Divisions: | Syariah > Program Studi Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Ms Intana Tania |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 03:18 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 03:18 |
| URI: | https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/1671 |
