Wardah, Siti (2026) STUDI LIVING HADIS TENTANG TRADISI MEMBAYAR FIDYAH PUASA JENAZAH DI DESA MALINTANG JULU KECAMATAN BUKIT MALINTANG KABUPATEN MANDAILING NATAL. Skripsi thesis, STAIN MADINA.

[thumbnail of SITI WARDAH_22110001-COVER-BAB I.pdf] Text
SITI WARDAH_22110001-COVER-BAB I.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SITI WARDAH_22110001-BAB II - BAB IV.pdf] Text
SITI WARDAH_22110001-BAB II - BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of SITI WARDAH_22110001- BAB V.pdf] Text
SITI WARDAH_22110001- BAB V.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik tradisi pembayaran fidyah puasa bagi jenazah di Desa Malintang Julu, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal, serta menganalisisnya dalam perspektif living hadis. Tradisi ini merupakan praktik keagamaan yang telah diwariskan secara turun temurun sebagai bentuk tanggung jawab ahli waris terhadap anggota keluarga yang meninggal dunia dan masih memiliki tanggungan puasa Ramadan. Masyarakat setempat tidak hanya membayar fidyah dalam bentuk makanan pokok, tetapi juga mengonversinya ke dalam bentuk emas berdasarkan pertimbangan kemudahan dan kebiasaan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan living hadis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh agama, ahli waris, dan masyarakat, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori resepsi hadis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembayaran fidyah puasa bagi jenazah di Desa Malintang Julu telah menjadi tradisi keagamaan yang kuat dan dilaksanakan berdasarkan pemahaman masyarakat terhadap hadis tentang qadha puasa bagi orang yang meninggal dunia serta pendapat ulama fikih, khususnya mazhab Syafi'i. Dalam praktiknya, jumlah fidyah dihitung berdasarkan perkiraan utang puasa sejak seseorang baligh hingga meninggal dunia, kemudian dikonversi dari satu mud beras ke nilai emas. Tradisi tersebut merupakan bentuk resepsi masyarakat terhadap hadis yang mengalami adaptasi sesuai kondisi sosial dan budaya setempat. Dari perspektif living hadis, tradisi ini menunjukkan bahwa hadis tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, tetapi juga dihidupkan melalui praktik sosial yang dipengaruhi oleh pemahaman keagamaan, otoritas tokoh agama, dan tradisi lokal yang berkembang di masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Ilmu Hadits
Divisions: Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Program Studi Ilmu Hadits
Depositing User: Siti Wardah Batubara
Date Deposited: 16 Sep 2026 03:46
Last Modified: 16 Sep 2026 03:46
URI: https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/1403

Actions (login required)

View Item
View Item