Siregar, Abdullah Saddam (2026) ANALISIS PRAKTIK JUAL BELI BUAH DURIAN DALAM PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH DI DESA SIMANGAMBAT KECAMATAN TAMBANGAN. Skripsi thesis, Stain madina.

[thumbnail of ABDULLAH SADDAM SIREGAR_22080073_COVER-BAB I.pdf] Text
ABDULLAH SADDAM SIREGAR_22080073_COVER-BAB I.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ABDULLAH SADDAM SIREGAR_22080073_BAB II-BAB IV.pdf] Text
ABDULLAH SADDAM SIREGAR_22080073_BAB II-BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (512kB) | Request a copy
[thumbnail of ABDULLAH SADDAM SIREGAR_22080073_BAB V-LAMPIRAN.pdf] Text
ABDULLAH SADDAM SIREGAR_22080073_BAB V-LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik jual beli buah durian antara petani dan pembeli di Desa Simangambat, Kecamatan Tambangan. Transaksi dilakukan berdasarkan kesepakatan mengenai harga, pembayaran, dan waktu panen. Dalam beberapa transaksi, pembayaran dilakukan sebelum buah dipanen, kemudian hasil panen diserahkan kepada pembeli setelah waktu yang disepakati. Praktik tersebut perlu dikaji berdasarkan fiqh muamalah, terutama terkait kejelasan objek jual beli dan kemungkinan adanya unsur gharar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jual beli buah durian di Desa Simangambat berdasarkan fiqh muamalah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap petani durian, pembeli atau tengkulak, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jual beli buah durian umumnya dilakukan secara lisan dan berdasarkan kepercayaan. Harga ditentukan melalui tawar-menawar dengan mempertimbangkan kondisi pohon, perkiraan jumlah dan kualitas buah, serta harga pasar. Pada beberapa transaksi, pembayaran dilakukan di awal dalam bentuk uang muka atau panjar, sedangkan waktu panen ditentukan berdasarkan kesepakatan dan tingkat kematangan buah. Dalam perspektif fiqh muamalah, transaksi tersebut dapat dibenarkan apabila dilakukan atas dasar kerelaan, harga dan ketentuan transaksi jelas, serta tidak terdapat unsur paksaan dan penipuan. Namun, jika jumlah dan kualitas buah belum dapat dipastikan, transaksi tersebut berpotensi mengandung gharar. Oleh karena itu, pembayaran di awal dapat dilakukan melalui akad salam dengan menentukan jenis, kualitas, jumlah, harga, waktu, dan tempat penyerahan buah secara jelas sesuai dengan prinsip syariah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Jual Beli dalam Islam
Hukum Islam > Fiqih
Divisions: Ekonomi Bisnis Islam > Program Studi Ekonomi Syariah
Depositing User: Saddam Abdullah Siregar
Date Deposited: 15 Sep 2026 02:09
Last Modified: 15 Sep 2026 02:09
URI: https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/1368

Actions (login required)

View Item
View Item