Musdar, Musdar (2025) NILAI-NILAIETIKADALIHANNATOLUDALAMBUDAYA MANDAILING SEBAGAI SUMBER NILAI PENDIDIKAN ISLAM PADA MASYARAKAT PIDOLI DOLOK KECAMATAN PANYABUNGAN. Skripsi thesis, STAIN MADINA.
MUSDAR_21010053_PAI_COVER-BAB I.pdf
Download (1MB)
MUSDAR_21010053_PAI_BAB II-IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
MUSDAR_21010053_PAI _BAB V.pdf
Download (975kB)
Abstract
Penelitianinidilatarbelakangiolehpentingnya penguatan pendidikan Islam yang berlandaskan pada kearifan lokal sebagai upaya
menjaga nilai-nilai moral di tengah arus globalisasi. Budaya Mandailing, khususnya sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu yang terdiri dari unsur mora, kahanggi, dan anak boru, memiliki nilai-nilai etika luhur seperti penghormatan, kasih sayang, dan kehati-hatian yang sejalan dengan prinsip ajaran Islam. Nilainilai tersebut berpotensi menjadi sumber pendidikan karakter Islami yang relevan
dengan konteks sosial masyarakat Mandailing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna nilai-nilai etika yang terkandung dalam sistem Dalihan Na Tolu dan menganalisis bagaimana nilai-nilai tersebut dapat dijadikan sebagai sumber nilai pendidikan Islam dalam pembentukan karakter masyarakat di Pidoli
Dolok, Kecamatan Panyabungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai
etika dalam Dalihan Na Tolu mencakup tiga prinsip utama, yaitu hormat marmora (menghormati mora), elek maranak boru (menyayangi anak boru), dan manat markahanggi (akrab terhadap kahanggi). Ketiga nilai tersebut menjadi pedoman dalam menjaga keseimbangan sosial, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan tanggung jawab moral dalam masyarakat. Nilai-nilai ini selaras dengan ajaran Islam tentang adab, ukhuwah, dan ihsan, sehingga dapat diintegrasikan dalam pendidikan Islam untuk membentuk karakter yang berakhlak, berbudaya, dan berkepribadian luhur. Dengan demikian, sistem Dalihan Na Tolu
bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi media pendidikan Islam yang kontekstual dan transformatif dalam membangun masyarakat Mandailing yang religius dan beretika.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama Islam Penyiaran Islam |
| Divisions: | Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Program Studi Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Leny Sarah |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 03:19 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 03:19 |
| URI: | https://repository.stain-madina.ac.id/id/eprint/1066 |
